Searching...
Friday, 22 November 2013

10 Album Terbaik Iwan Fals

Tidak gampang untuk memilih dan menentukan 10 Album terbaik Iwan Fals dari 40 album yang sudah di terbitkan, karena hampir semua karya-karya Iwan Fals memiliki nilai-nilai tersendiri dari setiap lagu. Banyak tema yang tertuang di dalam album-album Iwan Fals, mulai dari kritik sosial, kesenjangan sosial, bahkan sampai menjurus ke romantika. Tapi pada akhirnya saya berusaha akan memilih 10 Album terbaik dari Sang Legendaris.

10 Album Terbaik Iwan Fals

1. SARJANA MUDA

http://mbaktini.blogspot.com

Sarjana Muda

Setelah merilis beberapa album yang dilanjutkan berkolaborasi dengan Canda Dalam Nada dan Canda Dalam Ronda serta album Perjalanan dan 3 Bulan, akhirnya Iwan Fals masuk dalam jajaran artis Musica Studio's. Iwan tak lagi sekedar genjrang-genjreng dengan gitar bolongnya, ia kini didukung tatanan musik oleh Willy Soemantri disertai line up pemusik-pemusik mumpuni. Ada penggesek biola jazz Luluk Purwanto hingga maestro Idris Sardi dengan biolanya yang bergaya bluegrass di lagu "Oemar Bakrie" yang nantinya akan menjadi signature Iwan Fals.

Dalam album ini Iwan Fals tampak memberi porsi yang banyak pada tema kritik sosial. Dengan lirik yang jelas, tegas dan apa adanya, Iwan seperti menjadi seorang jurnalis yang memotret berbagai sisi kehidupan. Ada yang menyinggung masalah pengangguran, kaum marginal, kesenjangan sosial hingga sampai pada kekaguman terhapadap pemimpin bangsa yang hidup dalam kejujuran dan kesederhanaan yang tertuang dalam lirik lagu yang berjudul "Bung Hatta". Juga tentang pengabdian seorang guru yang sering di "sunati" (pada jaman itu) dan tertuang dalam lirik lagu yang berjudul "Oemar Bakrie". Simak penggalan liriknya : "Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie seperti di kebiri".

Terlihat jelas lirik-lirik lagu Iwan Fals dalam album ini ditulis apa adanya seperti kenyataan yang ada pada waktu itu. Walau terkadang masih tersisip idiom-idiom seperti dalam lagu "Bangunlah Putra-Putri Ibu Pertiwi"


------------------------- 

2. OPINI

http:.//mbaktini.blogspot.com

Opini

Mulai banyak yang membanding-bandingkan Iwan Fals dengan penyanyi asal Amerika Bob Dylan ketika menyimak album Sarjana Muda dan Opini. Apalagi dengan desain sampul album Opini yang menggambarkan Iwan sedang memegang harmonika.

Seperti judulnya, dalam album ini Iwan Fals ingin menceritakan berbagai opininya sebagai sosok seniman musik yang melihat secara langsung kejadian-kejadian di sekelilingnya. Dengan cermat Iwan mulai menyusun semua peristiwa yang ada di sekitarnya menjadi tema lagu-lagu di dalam album Opini. Seperti dalam lagu "Galang Rambu Anarki", Iwan menceritakan betapa bangganya dia dengan kelahiran putra pertamanya, tapi di sisi yang lain harus menghadapi kenyataan hidup secara ekonomi.
Lagu-lagu Iwan Fals yang lain dalam album ini seperti "Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi", "Tak Biru Lagi Lautku", maupun "Tarmijah dan Problemnya" memang sangat dekat dengan problematika sosial termasuk juga isu lingkungan. Tapi ada juga sebuah lagu yang bernuansa pop seperti "Antara Aku , Kau dan Bekas Pacarmu".
Karya-karya Iwan Fals di album Sarja Muda maupun Opini kelak menjadi cetak biru gaya narasi lagu-lagu Iwan Fals.


---------------------


3. WAKIL RAKYAT

http://mbaktini.blogspot.com

Wakil Rakyat

Ini adalah album Iwan Fals dengan narasi yang sangat tepat sasaran. Sindiran-sindiran yang pada jaman itu mungkin hanya sekedar bisik-bisik di kalangan masyarakat, di lagu ini terpampang dengan jelas, tegas dan membahana tanpa kompromi. Keberanian label Musica Studio's merilis album ini patut diacungi jempol.

Begitu banyak yang kebakaran jenggot menyimak coretan lirik yang ditulis Iwan Fals dengan judul "Surat Buat Wakil Rakyat" : "Wakil rakyat seharusnya merakyat - Jangan tidur waktu sidang soal rakyat - Wakil rakyat bukan paduan suara - Hanya tahu nyanyian lagu setuju".
Tak pelak, album Wakil Rakyat jadi pembicaraan dimana-mana. Pencekalan karya-karya Iwan Fals di TVRI malah membuat semakin membumbung tinggi popularitasnya, apalagi waktu itu pas menjelang pemilu.
Sejak menyimak lagu ini, saya semakin yakin bahwa Iwan Fals adalah sosok penyanyi gugat Indonesia yang sesungguhnya.

Bagaimana jika plesetan-plesetan lirik diatas yang bunyinya kurang lebih seperti ini "Wakil rakyat seharusnya melarat - Jangan tidur sambil ngentit (ngutil, nyolong) uang rakyat" beredar pada masa itu ?
Saya yakin akan semakin banyak pencekalan-pencekalan di kalangan masyarakat luas.

Sama seperti album-album sebelumnya, Iwan selalu menyisipkan lagu yang bernuansa romantis, kali ini berjudul "Mata Indah Bola Pingpong" dengan musik garapan Bagoes A. Ariyanto. Tak ketinggalan, lagu-lagu yang berpihak ke akar rumput pun selalu ada seperti "Libur Kecil Kaum Kusam", "PHK" dan "Potret Panen Mimpi Wereng".



---------------------


4. 1910

http://mbaktini.blogspot.com

1910

Seperti halnya Bob Dylan yang memasuki era rock atau going electric pada album Bring It All Back Home di tahun 1965, Iwan Fals nampaknya melakukan hal yang sama pada album 1910 karena gitaris Ian Antono tampil dengan menggarap seluruh lagu Iwan Fals. Saya merasakan aura suara Iwan Fals mulai berubah pada album ini. Dalam album ini suara Iwan Fals terlihat lantang dengan dukungan musik yang diracik Ian Antono.

Album ini diberi judul 1910, terinspirasi oleh kejadian tabrakan hebat dua kereta api di daerah Pondok Betung - Bintaro, pada tanggal 19 Oktober 1987. Namun ada dua lagu yang mencuat sebagai hits dari album ini, yaitu "Buku Ini Aku Pinjam" dengan gaya country ala The Eagles serta "Pesawat Tempur".

Menurut kabar, pada masa itu Iwan harus melakukan kompromi dengan pihak label untuk menulis lagu seperti "Buku Ini Aku Pinjam" dengan aura pop yang kuat.


---------------------


5. MATA DEWA

http://mbaktini.blogspot.com

Mata Dewa

Maecenas Setiawan Djody tertarik dengan sepak terjang Iwan Fals terutama saat menyimak album 1910
garapan Ian Antono. Setiawan Djody lalu ikut serta dalam pendanaan album yang didistribusikan secara independen tanpa melalui campur tangan distributor kaset di Harco Glodok yang saat itu memiliki posisi sangat kuat dalam penawaran. Sekali lagi Iwan Fals dipertemukan dengan Ian Antono dan takaran rocknya lebih menggelegar dibanding album 1910.

Lalu Setiawan Djody menyisipkan lagu karyanya dengan judul "Mata Dewa", yang menurut cerita tercipta saat berselancar di pantai Kuta Bali. Dalam album in tak semuanya lagu-lagu baru, Iwan menyanyikan kembali lagu-lagunya terdahulu seperti "PHK", "Bakar" serta "Berkacalah Jakarta". Selain "Mata Dewa", ternyata lagu "Nona" yang berwarna balada menjadi hits di radio-radio kala itu. Perubahan terbesar pada Iwan Fals terlihat dalam lagu "Air Mata Api" yang memuntahkan gelegak amarah Iwan Fals dalam meniti nada-nada yang terjal.

Kelak, saat bergabung dengan Kantata Takwa dan Swami, aura suara Iwan Fals yang garang memberontak seperti itu menjadi kekuatan lagu-lagu yang dinyanyikannya.

Setiawan Djody beserta Airo Productions siap melakukan promosi besar-besaran album ini dengan melakukan Konser 100 Kota di seluruh Indonesia. Namun entah kenapa, konser yang jelas berskala besar ini tiba-tiba tidak mendapat izin dari pihak yang berwajib. Spekulasi pun merebak di kalangan masyarakat, ada yang menduga pembatalan konser tersebut karena penguasa pada masa itu tidak menyukai lagu-lagu protes Iwan Fals, ada juga yang menduga pencekalan konser ini dikarenakan ada persaingan bisnis.


---------------------


6. CIKAL

http://mbaktini.blogspot.com

Cikal

Ini adalah album Iwan Fals setelah keberhasilannya ikut mendukung proyek kolosal Kantata Takwa dan Swami antara tahun 1990 - 1991. Iwan Fals menggunakan nama anak keduanya, Cikal sebagai judul album. Musiknya terdengar lebih dalam dan aransemennya pun terasa lebih sip. Sederet pemusik rock dan jazz dipilih Iwan untuk mendukung albumnya kali ini. Ada gitaris Totok Tewel, peniup saxophone / flute Embong Rahardjo, penabuh drum Gilang Ramadhan, gitaris Cok Rampal serta pemain bass Mates.

Ada sedikit pergeseran dalam cara bertutur Iwan di album ini. Simak lirik "Untuk Bram" berikut ini :
"Alam semesta - Menerima perlakuan sia sia - Diracun jalan hidupnya - Diperkosa kesuburannya - Rakyat menilai - Menerima penderitaan curang - Digusur jalan hidupnya - Digoda kemakmurannya".

Di album dengan sederet komposisi musik dan pola penulisan lirik yang lebih sastrawi ini pada akhirnya menjadikan sosok Iwan seperti berada di garis paling depan, jauh meninggalkan para penggemar-penggemarnya. Tak semua orang bisa mencerna lagu-lagu di album ini (termasuk saya he he he).

Album hebat ini sayangnya kurang mendapat respons dari para penikmat musik. Dan akhirnya album "Cikal" masuk dalam daftar album langka versi saya.


---------------------


7. BELUM ADA JUDUL

http://mbaktini.blogspot.com

Belum Ada Judul

Sekali lagi sosok Bob Dylan muncul dalam diri Iwan Fals dalam album ini. Bagi saya, di album ini Iwansinger/songwritter yang menulis lagu sendiri sekaligus menyanyikannya. Menariknya lagi, penggarapan album ini berlangsung secara live tanpa imbuh rekayasa. Iwan memetik gitar, meniup harmonika dan bernyanyi. Sangat bersahaja tapi memiliki berjuta-juta makna.
tampil paripurna atas namanya sendiri. Iwan adalah

Konon Iwan Fals dibayar 200 juta oleh Handoko Kusuma dari Harpa Record untuk pengerjaan album "Belum Ada Judul" ini. Jika ingin menikmati karya Iwan Fals sedara total, maka saya sarankan simaklah album ini.



---------------------


8. HIJAU

http://mbaktini.blogspot.com

Hijau

Album ini memang agak berbeda dari album-album Iwan Fals lainnya. Album ini digarap dengan polajamming dan menggandeng berbagai pemusik dari kecenderungan bermusik yang tak sama, mulai dari bassist Heirrie Buchaery, almarhum gitaris Jerry Soedianto, gitaris Cok Rampal, pemain keyboard Bagoes A. Ariyanto dan Iwang Noorsaid, drummer Arie Ayunir dan penabuh gendang Jalu. Tema musik yang diusung kali ini terasa lebih natural dengan semangat impromptu yang kuat. Ketukan gendang Jalu misalnya, seolah-olah menelusuri rusuk-rusuk bunyi yang keluar dari bunyi-bunyian keyboards atau petikan gitak Jerry Soedianto yang berbasis rock progresif. Dialog instrumentasi masing-masing selanjutnya melebur dalam lirik-lirik yang terasa lebih komtemplatif dan impresif.


Iwan yang sebetulnya telah mempunyai jati diri musik yang kuat toh ternyata masih menyimpan pelbagai kegelisahan dalam mengejawantahkan musiknya. Ini membuktikan bahwa Iwan Fals selalu terpicu untuk mencari dan terus mencari. Dan kearifan Iwan tetap termaktub dalam lirik yang ditulisnya : "Berlomba kita dengan sang waktu - Jenuhkah kita jawab sang waktu - Bangkitlah kita tunggu sang waktu - Tenanglah kita menjawab waktu".

..... dan lagi-lagi, album ini masuk dalam list atau daftar album langka versi saya.



---------------------



9. ORANG GILA

http://mbaktini.blogspot.com

Orang Gila

Almarhum Billy J. Budiardjo yang kerap mendandani tata musik sejumlah album Ebiet G. Ade kali ini dimintaOrang Gila. Entah kenapa kali ini Iwan kembali mengubah arah musiknya, yang jelas sangat berbeda dari album Cikal dan Hijau yang pada saat itu oleh beberapa penikmat karya Iwan Fals dianggap kurang bersahabat.
menggarap album Iwan bertajuk

Musik yang digarap Billy J. Budiardjo ini menurut saya terlalu plastis, bermanis-manis dan cenderung ilustratif. Meskipun tidak mengurangi estetika penulisan lagu Iwan, namun penyajian kerangka aransemennya tidak sesuai dengan karakter Iwan. Saat menyimak album ini, Iwan seperti tidak mengenakan busana yang sesuai dengan jati dirinya. Sosok Iwan menjadi beda, walaupun di album ini kita masih merasakan aura Iwan Fals lewat lagu "Satu Satu" atau "Orang Gila".

Pola penulisan lirik yang tertuang pada lagu-lagu seperti "Orang Gila", "Awang Awang", "Satu Satu", "Lagu Cinta", Doa Dalam Sunyi", "Lingkaran Hening", :Puisi Gelap", "Menunggu Ditimbang Malah Muntah" masih mutlak gaya Iwan Fals yang tak terbantahkan.


---------------------




10. SUARA HATI


http://mbaktini.blogspot.com

Suara Hati

Dengan kemunculan album ini bagi saya seperti bertemu dengan sahabat lama yang terpisah oleh jarak, ruang dan waktu. Iwan Fals kembali lagi menggugat karya setelah sekian lama menghilang dikarenakan putra pertamanya Galang Rambu Anarki di panggil yang kuasa pada tahun 1997. Kerinduan terhadap karya-karya Iwan Fals bagi saya sudah mencapai titik akud. Dalam album ini Iwan Fals terlihat lebih tenang, berfikir jernih dan menghasilkan karya-karya yang lebih kontemplatif. Iwan lebih banyak mengambil sisi kearifan dalam saripati peristiwa yang terjadi sehari-hari.



Pola penulisan lirik yang lugas, garang dan monohok secara perlahan mulai terkikis dalam lagu-lagunya. Dan terlihat Iwan banyak melakukan permenungan-permenungan dalam beberapa lagu dalam album ini, salah satunya  termaktub dalam lagu "Untukmu Negeri".


-----oOo-----


Demikian sedikit ulasan tentang beberapa album Iwan Fals yang saya pilih menjadi TOP TEN, jika ingin mengetahui lebih banyak tentang album Iwan Fals yang lain bisa langsung klik kategori "Album" di bagian atas halaman ini atau langsung klik DISINI


0 komentar:

Post a comment

Blog ini - 1000% tidak ada hubungan apa-apa dengan pihak manapun.
Silahkan memberikan komentar dengan bijak.
Komentar yang mengandung RASISME/SARA akan Admin hapus tanpa persetujuan lebih dulu.
Mari kita jaga solidaritas dengan sesama fals mania.

Salam OI

 
Back to top!