Searching...
Thursday, 4 December 2014

Iwan Fals Sang Empu Musik Indonesia

Sang Empu Musik Indonesia - Panglima TNI Jenderal Moeldoko berbicara mengenai musik. Menurutnya prajurit tidak jauh dari musik dalam kehidupan sehari-harinya.

"Kami juga tidak jauh dari musik, seperti lagu tinggalkan ayah tinggalkan ibu yang mengandung pesan moral lebih baik mati dari pada gagal perang, itu konsep kami apalagi dalam membela negara," ujar Moeldoko dalam diskusi bersama di sekretariat OI, Jalan Leuwinanggung, Depok, Jabar.

Moeldoko menjadi pembicara bersama musisi Iwan Fals di hadapan puluhan anggota OI (Orang Indonesia). Ia pun lalu memamerkan suaranya.

"Tinggalkan Ayah tinggalkan Ibu, izinkan kami pergi berjuang di bawah kibaran sang Merah putih majulah ayo maju menyerbu. Tidak kembali pulang sebelum kita yang menang. Walau mayat terdampar di medan perang, demi bangsa kami kan berjuang," nyanyi Moeldoko.

Dalam kesempatan ini mantan Pangdam Siliwangi ini mengapresiasi karya-karya Iwan Fals. Ia menyebut Iwan Fals sebagai seorang empu.

"Saya bisa memahami dan mengikuti, menghargai lagu dan kegiatan mas Iwan Fals sehingga saya melihat bagian dari visi dan misi yang telah dilakukan. Saya ikuti dengan baik. Lagu Di Bawah Tiang Bendera sungguh lagu ini bisa merefleksikan keadaan pada tahun 1996," Moeldoko memaparkan.
mbaktini.blogspot.com
"Inilah visi dari empu Iwan Fals di mana empu yang bisa menjangkau dan menginspirasi negeri ini," sambung Jenderal Bintang 4 itu.

Sementara itu menurut Moeldoko misi dari Iwan Fals sendiri adalah bagaimana Iwan bisa menjawab isu-isi global seperti perubahan iklim dengan mengajak melakukan penghijauan dan mengajak TNI untuk menjaga lingkungan. Menurutnya hal tersebut pantas dihormati.

"Jika OI berjumlah 8,7 juta orang saya tambahkan 500 ribu anggota TNI untuk masuk OI karena untuk masuk prajurit harus sama seperti OI, harus orang Indonesia," tambah Moeldoko.

Musik menurut Moeldoko dapat memberikan kesejukan. Ia pun mencontohkan bagaimana tentara TNI yang selalu menyanyikan lagu Kemesraan yang juga sempat dibawakan Iwan Fals dalam setiap kegiatan ramah-tamah.

"Lagu kemesraan selalu digunakan dalam acara TNI yang bersifat senang seperti sertijab, saat kita happy-happy. Kalau dulu satu sisi kita jengkel dengan Iwan Fals (karena kritikan pedas) tapi kita pakai lagunya. Tapi jengkelnya dulu, sekarang tidak," canda Moeldoko yang juga memberi alat biopori kepada Iwan sebagai simbol pecinta lingkungan.

1 komentar:

Blog ini - 1000% tidak ada hubungan apa-apa dengan pihak manapun.
Silahkan memberikan komentar dengan bijak.
Komentar yang mengandung RASISME/SARA akan Admin hapus tanpa persetujuan lebih dulu.
Mari kita jaga solidaritas dengan sesama fals mania.

Salam OI

 
Back to top!